Total Tayangan Halaman

Sabtu, 06 Oktober 2012

Istana Maimoen Medan

hellooooooo apa kabar semua insan pariwisata ?
sudah lama rasanya saya gak posting lagi. nah maka sekarang saya akan coba posting lagi. kali ini mengenai salah satu objek wisata budaya yang ada di Medan :D yaitu Istana Maimoon. berhubung beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman observasi ke tempat itu, jadi saya akan share hasilnya :D

                                                        Istana Maimoen tampak depan



      Istana maimoen dibangun oleh Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Istana Maimun dibangun dengan desain dari seorang arsitek Italia pada tahun 1888. Sebagai warisan Kesultanan Melayu Deli, Istana maimoen didominasi dengan warna kuning, khas Melayu. Istana Maimoen dibangun diatas tanah seluas 2.772 m persegi. Istana Maimoen terletak di Jalan Brigjen katamso, Medan.
Singgansana Sultan
          Menurut cerita yang saya dengar dari guide di Istana yaitu Pak Azmy, Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah yang sebagai pendiri Istana Maimoen, merupakan Kesultanan Deli yang ke-9. Yang ke-10 iyalah Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah (1924-1945). Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah (1945-1967) adalah sultan ke-11. Sultan Azmy Perkasa Alam Alhaj (1967-1998) adalah sultan yang ke-12. Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alam (5 Mei 199821 Juli 2005). Dan yang sekarang menjabat adalah Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam (22 Juli 2005-saat ini). Sultan ini masihlah sangat muda, masih berumur 14 tahun. Saat ini Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam sedang mengenyam pendidikannya di Makasar dan tinggal bersama ibunya.
            Banyak sekali hal yang menjadi daya tarik untuk pengunjung di Istana Maimoen ini, seperti arsitekturnya yang sangat unik. Sewaktu memasuki Istana Maimoen kita akan disambut dengan penampilan Live Musik Melayu, sangat bagus. Di Istana Maimoen juga terdapat bangunan-bangunan yang sangat bersejarah, salah satunya adalah rumah ala karo yang menceritakan tentang legenda Putri Hijau(Meriam Puntung), ada juga sebuah Kereta Kencana yang terdapat di dekat gerbang Istana, kereta ini adalah pemberian dari Sultan Hamengkubuwana dari Jogjakarta. Selain itu kita juga bisa melihat langsung baju Kesultanan Deli.di dalam maupun di luar Istana akan ada banyak souvenir-souvenir yang dijual.

            Untuk kondisi di lingkungan sekitar Istana Maimoen sudahlah cukup baik. Kebersihannya sebenarnya sudah sangat terjaga, saya juga melihat ada beberapa petugas kebersihan istana yang sedang bekerja. Namun yang namanya pengunjung, tidak semua sadar akan pentingnya kebersihan. Saya masih ada melihat beberapa sampah yang saya kira itu adalah ulah pengunjung yang jelek yang seenaknya membuang sampah sembarangan. Untuk keindahan Istana sendiri, saya pikir sudahlah sangat indah, begitu juga dengan kerapian sampai kenyamanan suasana di Istana Maimoen.
            Akses untuk menuju ke Istana Maimoen sangatlah mudah, ini disebabkan karena posisi Istana Maimoen yang sangat strategis yaitu berada di pusat kota Medan. Jarak sekitar 10 km dari Bandara Internasional Polonia, dan 28 km dari Pelabuhan Belawan. Disamping itu, sangat banyak angkutan umum yang jalurnya melewati Istana Maimoen ini, sehingga sangat memudahkan bagi wisatawan yang ingin berkunjung dengan menggunakan kendaraan umum.
            Saat ini, Istana Maimoen dikelola oleh sebuah yayasan yang bernama Yayasan Sultan Ma’moen Al Rasjid. Sekarang, yayasan ini di ketuai oleh Tengku Kamarul bin Tengku Syaifuddin Al Haj. Ketua I adalah Tengku Haris Abdullah Sinar dan beberapa pengurus lainnya. Pengurus ini menjabat pada periode 2011 sampai 2016.
            Fasilitas yang terdapat di sekitar (luar) Istana Maimoen sangatlah banyak, yang menjadikan Istana Maimoen ini tambah sangat menarik untuk dikunjungi. Adapun fasilitas fasilitas tersebut antara lain : Perpustakaan  daerah yang berada tepat di depan istana, Hotel Madana yang berjarak sekitar 100m, Pos Polisi, Plaza yang juga berjarak sekitar 100m dan SPBU.